close

SPBU Longsor ‘Biasa Jual Solar Subsidi Gunakan Jerigen’

MPP TRENGGALEK – Pertamina (Persero) mewaspadai pengunaan bahan bakar minyak (BBM) Solar bersubsidi oleh pihak yang tidak berhak.  Murahnya harga Solar subsidi jika dibanding dengan harga solar nonsubsidi menjadi alasan penyelewengan penggunaan.

Dari hasil temuan awak media Pena Rakyat News saat mengisi pertalite di SPBU 54.663.09 Longsor Trenggalek (11/6/19. 09.42) mendapati mobil modif diesel mengisi solar lama sekali dan sebagian di isikan ke jerigen, setelah diklarifikasi pengecer tidak membawa surat-surat pembelian solar subsidi.

Masih dalam investigasi,  hal ini dirasa aneh,  pasalnya saat pengisian solar dimasukkan ke tempat logam,  namun ditempat itu juga solar langsung dipindah ke jerigen.

Namun hal ini berbeda dengan keterangan KUS (nama panggilan)  penanggung jawab administrasi SPBU 54.663.09 Trenggalek, menurut KUS selaku  pom bensin Longsor Trenggalek terkait pengisian solar subsidi melalui jerigen sudah biasa yang terpenting saat pengisian menggunakan logam sehingga tidak berpengaruh pada listrik statis.

Kegiatan pengisian BBM bersubsidi menggunakan drum termasuk dalam kegiatan penyalahgunaan BBM bersubsidi sesuai pasal 55 UU RI No 22 Tahun 2001 tentang migas dengan ancaman penjara 6 tahun dan dendan Rp 60 Milyar,” kata AKBP Abdul Mun’im. (dilansir tribunnesw.com 25/1/18).

Sesuai Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 191 Tahun 2014‎,  pengguna BBM tertentu termasuk Solar subsidi hanya ditujukan bagi rumah tangga, usaha mikro, usaha pertanian, usaha perikanan, transportasi, dan pelayanan umum. Jadi walaupun sewa ataupun dimiliki industri langsung, tetap saja kendaraan industri khususnya  di atas roda 6, tidak berhak menggunakan Solar bersubsidi,” tegasnya. Bersambung… (red/bamb)

Tags : Biasa Jual SolarTrenggalek

Leave a Response