close

Terkesan ‘Kucing-Kucingan’ Pelaku Galian C Ilegal di Padi Jalankan Operasinya

MPP MOJPOKERTO | Pada tayangan putrapena.com 13 September 2022 kupas dugaan usaha ilegal mining atau Galian C tanpa ijin di kawasan bantaran sungai desa Padi Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto, yang membuat resah dan kekawatiran warga akan dampak dari galian liar tersebut.

Dalam keterangannya beberapa waktu yang lalu Slamet Prayogi Hatna Wijaya, SE. Selaku Kepala Desa Padi merasa keberatan apabila di desanya terdapat galian C atau pengambilan Batu dan Pasir, pasalnya di daerah Padi adalah daerah yang rawan dengan banjir, apalagi dirinya memastikan bahwa galian yang berada di daerahnya tersebut tidak mengantongi ijin. Sayangnya dirinya tidak bisa berbuat banyak.

Dalam kegaduhan terkait Ilegal Mining atau Galian C Ilegal di bantaran sungai desa Padi dan di Persawahan pertanian warga, melalui kepala desa Pugeran tersambung dengan RUDI yang mengaku pemilik Galian C Padi menyatakan bahwa dirinya mengakui bahwa Galian tersebut miliknya dan TIDAK MEMILIKI IJIN, sedikit cerita dari mulut Rudi bahwa awalnya dirinya diminta bekerja oleh Dinas Pengairan untuk mengeruk sungai Padi karena sudah banyak penyumbatan, namun hal itu cuman sekitar 5 hari bekerja.

Masih dalam keterangan Rudi melalui selulernya, dirinya juga mengakui bahwa setelah selesai pekerjaan dari Dinas Pengairan, tanpa Ijin dirinya terus menggali sungai dan materialnya di jual dan menggali juga tanah milik warga di sekitar sungai.

Sementara dari pantauan langsung LPK YAPERMA, Samsul, SH. Selaku Kepala Divisi Hukum Pusat LPK YAPERMA merasa bahwa Rudi layak untuk diperiksa dan di proses hukum, pasalnya Pengusaha galian nakal ini terkesan main petak umpet dengan APH dan rekan rekan dari lembaga kontrol (Media dan LSM).

Terbukti dalam keterangannya beberapa waktu yang lalu Rudi menyatakan akan berhenti beroperasi menggali bantaran sungai atau tanah milik warga di sekitar sungai Padi, namun fakta dilapangan lain dengan pernyataan yang keluar dari mulut Rudi, dirinya melakukan operasi melihat situasi dan kondisi lingkungan, dan pada intinya terdapat 2 alat berat Bego yang masih bergerak merusak ekosistem wilayah desa Padi.

Samsul, SH, berharap aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Resort Mojokerto untuk menindak tegas pengusaha nakal ini, sebab kalau dibiarkan bumi Padi ini akan tergerus dan berdampak berat kepada masyarakat desa Padi khususnya dan desa lain pada umumnya. (Tim)

Tags : Galian BodongMojokerto

Leave a Response