close

Waktunya APH Nganjuk Tangkap Mafia BBM, SPBU Baron dan Sukomoro Diduga Sebagai Lahan Mengeruk BBM Subsidi

MPP NGANJUK | Seperti diketahui bersama bahwa kebutuhan bahan bakar untuk kendaraan bermotor, mesin pembajak sawah dan kebutuhan lain yang bersentuhan dengan masyarakat adalah sebagai prioritas utama bagi kebijakan pemerintah, namun tidak sedikit oknum seperti halnya SPBU yang bermain dengan para cukong dan mafia nakal guna mendapatkan keuntungan yang lebih, dapat dipastikan hal ini sangat merugikan negara dan sangat melanggar hukum.

Terpantau awak media putrapena.com dari celoteh karyawan SPBU dikawasan Baron dan Sukomoro Nganjuk yaitu sebut saja Antok (44 tahun) bukan nama sebenarnya, dalam keterangannya Antok merasa miris dan sangat prihatin dengan fakta yang ada di area kerjanya, melihat dengan kepala matanya sendiri di saat jam-jam sore dan malam hari hilir mudik  menimba Solar dengan pembelian yang luar biasa diatas batas maksimal.

“Saya memang kerap mengetahuinya sendiri dengan memberikan kebebasan kepada Mafia Solar bersubsidi dengan kapasitas yang tak sedikit, namun saya hanya diam dan seolah tidak mengetahui apa-apa, saya juga geram dengan prilaku teman-teman saya ini membiarkan yang tak seharusnya di lakukan.” Ungkap Antok.

Masih dalam keterangan Antok, dirinya dalam hati sangat tidak sependapat dengan kawan-kawannya yang menjual bahan bakar subsidi diluar ketentuan yang berlaku, namun dirinya tidak dapat berbuat banyak.

“Kalau BBM bersubsidi ini nantinya di jual lagi ke industri dan kapal – kapal besar penganggkut barang di pelabuhan, kendaraan untuk pengangkut BBM subsidi ini berjenis Box exspedisi dengan kapasitan angkut sekitar 5/6 ton, dan di lakukannya setiap hari pada sore dan malam hari mas (wartawan).”Tambahnya

Terkait apakah Aparat Penegak Hukum di wilayah Nganjuk sudah mengetahui tapi diam atau memang belum mengetahui dugaan kecurangan dan penyalahgunaan penjualan BBM ini, tim investigasi segera melaporkan ke pihak yang berwajib. (fn/tim)

Tags : NganjukPenyalahgunaan BBM

Leave a Response