close

Mengatasi Angka Pengangguran Disnaker Kabupaten Malang Mendorong Lulusan SMK Bekerja Formal Ke Luar Negeri

MPP Malang | Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Malang mendorong lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) atau sederajat untuk mencari pekerjaan formal ke luar negeri.

Hal itu disampaikan Kepala Disnaker Kabupaten Malang Yoyok Wardoyo. Menurut dia, berdasarkan data dari Bursa Kerja Khusus (BKK) Kabupaten Malang, lulusan SMK di Kabupaten Malang setiap tahunnya menyentuh angka 14 ribu orang dari 142 SMK negeri maupun swasta di Kabupaten Malang.

Menurut data yang ia terima, dari total sekitar 14 ribu lulusan SMK Kabupaten Malang setiap tahunnya, yang bisa dapat melanjutkan untuk bekerja sekitar 35 persen. Artinya, sisanya akan menganggur atau melanjutkan ke pendidikan lanjutan atau kuliah. Hal ini yang membuat lulusan SMK menjadi salah satu penyumbang besar tingkat pengangguran terbuka (TPT).

“Kita mengupayakan adik-adik yang lulusan SMK yang belum mendapatkan kesempatan untuk bekerja, saat ini ada program bekerja secara formal ke luar negeri. Misalkan ke Jepang. Itu banyak bidang kompetensi yang dibutuhkan. Kita dorong ke arah sana,” ungkap Yoyok.

Purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) ini menuturkan, banyaknya pengangguran di Kabupaten Malang menjadi permasalahan bersama. Pasalnya, di Kabupaten Malang ada sekitar 1.400 perusahaan kecil, sedang, menengah dan besar. Harusnya, dengan banyaknya perusahaan tersebut, semakin banyak pengangguran yang terentaskan.

Namun, Yoyok mengatakan bahwa jika seseorang tidak memiliki kompetensi ataupun kemampuan dalam bidang tertentu, maka akan tersingkir dengan orang-orang lain yang telah memiliki kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.

Oleh karena itu, Disnaker Kabupaten Malang terus menggelar pelatihan persiapan memasuki dunia kerja untuk menekan TPT yang pada akhir tahun 2022 lalu masih tercatat di angka 6,2 persen.

Terbaru pada tanggal 2 sampai 5 Mei 2023 lalu di sebuah hotel di Kota Malang, Disnaker Kabupaten Malang telah menggelar pelatihan persiapan memasuki dunia kerja yang melibatkan 265 peserta dari 32 SMK di Kabupaten Malang.

Menurut Yoyok, kegiatan pelatihan persiapan memasuki dunia kerja ditujukan untuk menyiapkan lulusan SMK yang siap kerja. Selain itu, untuk mengubah mental lulusan SMK, dari seorang pelajar menjadi seorang pekerja andal.

“Kami bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) dengan beberapa perusahaan untuk bisa langsung hasil pelatihannya dilaksanakan rekrutmen oleh perusahaan yang bersangkutan,” kata Yoyok.

Selain itu, pelatihan-pelatihan kerja yang lain juga digelar oleh Disnaker Kabupaten Malang. Menurut dia, hal itu untuk menekan angka TPT dan ditujukan untuk dapat mencetak wirausahawan muda melalui pelatihan kerja yang bersifat digital marketing.

“Kemudian job fair juga salah satu primadona. Cuma kami terbentur dengan situasi covid-19 kemarin. Insya Allah tahun 2024 kita akan selenggarakan,” jelas Yoyok.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh lulusan SMK agar nantinya setelah lulus dari SMK tidak terlalu memilih dalam bekerja sesuai bidang kompetensi atau keilmuan yang dipelajari selama bersekolah. “Harus memanfaatkan peluang yang ada, entah itu menjadi enterpreneur maupun kerja ke luar negeri dan ada soft skill yang ditingkatkan,” pungkas Yoyok. (w2)

Tags : MalangMengatasi Angka Pengangguran Disnaker Kabupaten Malang Mendorong Lulusan SMK Bekerja Formal Ke Luar Negeri

Leave a Response