close

Budaya Wiwitan

“Ritual” Wiwit Bersama Menjelang Panen Raya Jagung dan Singkong

MPP NGANJUKWiwitan adalah ritual persembahan tradisional Jawa sebagai wujud terima kasih dan rasa syukur kepada bumi sebagai sedulur sikep dan Jagung serta singkong yang telah menumbuhkan ditanam sebelum panen. Disebut sebagai ‘wiwitan’ karena arti ‘wiwit’ adalah ‘mulai’, jadi memulai memetik sebelum panen diselenggarakan.

Yang disebut bumi adalah sedulur sikep bagi orang Jawa karena bumi dianggap sebagai saudara manusia yang harus dihormati dan dijaga kelestariannya untuk kehidupan. Dalam tradisi Jawa, konsep meminta kepada sedulur sikep tidak ada atau tidak sopan, kepada sedulur sikep kita harus memberi sekaligus menerima, bukan meminta. Jika hormat kita berkurang kepada bumi, atau kita tidak menjaga kelestarian alam, maka bumi akan memberi balasan dengan situasi yang buruk yang disebut pagebluk, ditandai dengan hasil panen yang buruk, kekeringan, cuaca tak menentu, dll.

Sekilas uraian tersebut dijaman milenial ini masih melekat di Desa Salamrojo Kecamatan Brebek Nganjuk, yang masih mengadakan Tasyakuran atau wiwitan yang saat ini akan memanen tanaman pertanian berupa Jagung dan Singkiong (Kaspe). 20/3/20.

Tampak hadir dalam kemeriyahan tasakuran atau wiwit desa Salamrojo, Muhammad Salisun selaku Kepala Desa Salamrojo beserta BPD dan perangkat desa, Nur Binti S.Sos selaku Camat Brebek, pejabat dari dinas pertanian, pejabat dari Perum Perhutani Nganjuk, serta LMDH dan masyarakat petani hutan desa Salamrojo.

Sementara dalam sambutannya Camat Brebek, menyampaikan rasa Syukur Alhamdulillah atas nikmat yang diberikan Allah kepada kita semua, Camat juga menghimbau kepada seluruh warga Salamrojo terkait adanya Virus Corona diharap kepada seluruyh warga agar tidak panik namun tetap waspada terhadap kebersihan lingkungan agar tetap sehat dan bersih. ungkap Camat Brebek Nur Binti S.Sos. (Penulis : Jabin)

read more