close

Myanmar

Tatmadaw: Kudeta Militer Myanmar Tahan Paksa Aung San Suu Kyi Sekjen PBB Menyatakan Prihatin

Image: andhrajyothy.com

MPP INDONESIA | Dipastikan Junta militer berkuasa pasca angkatan bersenjata Tatmadaw menahan paksa Aung San Suu Kyi pemimpin de facto Senin (1/2) waktu setempat di Myanmar.

Informasinya sampai detik ini keberadaan Suu Kyi secara pasti belum dapat diketahui meskipun rumor yang beredar di kalangan partai Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) diyakini telah menjadi tahanan rumah.

Sejumlah pejabat pemerintahan sipil lainnya seperti Win Myint Presiden Myanmar juga dikabarkan ditahan Tatmadaw, termasuk tokoh-tokoh senior NLD lainnya tak luput dari penangkapan.

Baca juga berita terkait di sini.

Dikutip dari andhrajyothy.com; Militer mengumumkan melalui medianya sendiri bahwa mereka mengambil kendali pemerintahan. Memberlakukan keadaan darurat selama setahun di negara itu.

Lebih lanjut disampaikan bahwa layanan internet dan seluler telah ditutup di kota-kota besar. Militer mengatakan Myanmar sepenuhnya di bawah kendalinya, negara itu akan berada di bawah kendali mereka selama setahun, dan pemilihan umum akan diadakan setahun kemudian untuk menyerahkan kekuasaan kepada pemenang.

Dikabarkan pula sampai saat ini Panglima Tertinggi Minh Angling telah menjelaskan bahwa dia akan bertanggung jawab atas negara, dengan Wakil Presiden Mint Sway bertindak sebagai presiden sementara.

India telah menyatakan keprihatinannya atas kudeta militer di Myanmar dan penahanan rumah para pemimpin puncak, sementara Amerika Serikat sedang memantau situasi di Myanmar.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres telah menyatakan keprihatinannya bahwa kudeta militer merupakan kemunduran serius bagi reformasi demokrasi. (red).

read more