close

Polres Magetan

Kontrak Diputus, PT Naga Mas Dipolisikan

Diduga berbekal SBU bodong, tapi bisa jadi pemenang tender.

PUTRAPENA, Magetan – Dari pantauan awal secara administrasi PT NAGA MAS Ngawi sudah terbaca banyak kejanggalan dalam memenangkan proyek peningkatan jalan Karangmojo – Sukowidi Magetan.

Dalam temuan penarakyatnews.id bahwa Dalam informasi lelang dalam aplikasi SPSE versi 4 LPSE Kabupaten Magetan disebutkan Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jalan Karangmojo – Sukowidi dilelangkan dari tanggal 4 Mei 2018 sampai dengan 14 Juni 2018 dengan tahapan pengumuman sampai dengan penandatanganan kontrak dengan nilai HPS Rp. 2.560.566.298,89 dan sebagai pemenang berkontrak PT. Naga Mas Ngawi, dengan nilai kontrak Rp. 1.784.164.474,36. kuat dugaan SBU (Sertifikat Badan Usaha)  yang dimiliki adalah ‘Bodong’ alias palsu.

Atas kelalaian dan dapat dibilang ULP telah kecolongan dan mengambil keputusan yang bijak yaitu dengan memberikan sangsi memutus kontrak PT NAGA MAS atas pekerjaan proyek tersebut dikisaran Agustus 2019.

Berkaitan dengan hal itu dapat diartikan bahwa temuan media Pena Rakyat News terkait dugaan SBU PT Naga Mas adalah benar-benar palsu alias bodong

Melihat kenyataan ini, tim investigasi putrapena.com menghadap langsung Kapolres Magetan, AKBP Muhamad Rifai, guna melaporkan dugaan pemalsuan SBU atas nama PT Naga Mas, yang digunakan untuk memenangkan lelang proyek peningkatan jalan Karangmojo – Sukowidi Magetan.

“Saya akan koordinasi dengan Kasatreskrim,  apabila hal laporan ini benar adanya, kami akan memproses secara hukum,” tegas Kapolres Magetan, saat ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Mantan anggota KPK ini bahkan berpesan kepada tim bahwa media sebagai sarana kontrol kinerja pemerintahan yang bersih dan transparan. “Media wajib berperan aktif dalam fungsi kontrol demi pembangunan dan kemakmuran rakyat,” tutup Rifai.

Kondisi jalan rusak (ilustrasi-net)

Seperti diberitakan sebelumnya, Proyek Rehabilitasi Jalan Karangmojo-Sukowodi Magetan saat ini dibiarkan mangkrak dengan kondisi jalan berlubang pada sisi kanan dan kiri sedalam 30cm sepanjang 30m yang hanya ditandai dengan rambu sederhana.

Hasil penelusuran Tim Investigasi ditemukan bahwa Proyek Rehabilitasi Jalan Karangmojo-Sukowidi ini bermasalah sejak proses pelelangannya dan saat ini proyek dihentikan.

Dalam informasi lelang dalam aplikasi SPSE versi 4 LPSE Kabupaten Magetan disebutkan Paket Pekerjaan Rehabilitasi Jalan Karangmojo – Sukowidi dilelangkan dari tanggal 4 Mei 2018 sampai dengan 14 Juni 2018, dengan tahapan pengumuman sampai dengan penandatanganan kontrak dengan nilai HPS Rp. 2.560.566.298,89. Sebagai pemenang kontrak PT Naga Mas Ngawi, dengan nilai kontrak Rp. 1.784.164.474,36.

Permasalahannya adalah PT Naga Mas pada saat mengikuti pelelangan, yang dijadwalkan pemasukan penawaran terakhir pada 14 Mei 2018 11:59 WIB, tidak memiliki persyaratan kualifikasi yang disyaratkan untuk mengikuti pelelangan apalagi sampai ditetapkan sebagai pemenang lelang.

Persyaratan tersebut adalah Sertifikat Badan Usaha (SBU) yang dikeluarkan oleh Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dengan Sub Bidang/Klasifikasi/Layanan Pelaksana Untuk Konstruksi Jalan Raya (kecuali Jalan Layang), Jalan, Rel Kereta Api dan Landas Pacu Bandara (SI003), hal ini sesuai dengan informasi Detail Badan Usaha yang disampaikan LPJK bahwa permohonan SBU PT Naga Mas baru disampaikan pada tanggal 03 Juli 2018 dan selesai pada tanggal 24 Juli 2018. Sebagaimana seharusnya SBU PT Naga Mas yang dimiliki sebelumnya berakhir pada tahun ketiga tanggal 27 Januari 2018.

Melihat hal ini ada kelalaian dari ULP sebagai penyelenggara pelelangan dalam mengevaluasi kualifikasi dari peserta lelang sampai PT Naga Mas bisa dimenangkan walau dalam kondisi tidak memenuhi persyaratan.

Untuk hal ini Tim Investigasi telah mendatangi ULP Kabupaten Magetan untuk konfirmasi, seperti dikatakan Dyah salah seorang petugas di frontdesk ULP Kabupaten Magetan. “Silahkan ditunggu karena ketua sedang rapat, tapi sudah saya sampaikan lewat telepon dan disuruh tunggu,” jelas Dyah, waktu itu. (samsul-aji-teguh)

read more