close

Tanah

Diduka Lakukan Penipuan Surat Tanah Seorang Warga Surabaya Diringkus Polisi

Image; penarakyatnews.id

MPP SURABAYA | Lagi apes seorang warga diduga lakukan penipuan pemalsuan surat tanah dibekuk Ditreskrimum Polda Jatim di Solo.

Sebut saja AW (41) warga Jl. Ahmad Yani Siwalankerto Wonocolo Surabaya tersebut diringkus Polisi karena diduga melakukan tindak kejahatan penipuan dan pemalsuan surat berharga kini dalam pengamanan.

Dalam penangkapan tersebut Polisi berhasil mengamankan uang tunai sebanyak 1,5 M, dan 5 lembar cek bank senilai 225 M, serta tiga kendaraan roda empat dan beberapa kendaraan roda dua.

Dugaan penipuan akta palsu yang dilakukan tersangka sepanjang tahun 2017-2019 tersebut terjadi di Desa Tambakoso Waru Sidoarjo.

Kepada media Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol. Gatot Repli Handoko Senin (25/01/2021) mengatakan, “dugaan penipuan akta palsu dilakukan tersangka pada tahun 2017 s/d 2019 lalu di Sidoarjo”, ungkapnya. “Tersangka sudah diamankan Ditreskrimum Polda Jatim” imbuh Gatot Repli.

Beliau juga menjelaskan kalau dugaan kejahatan tindak pidana pemalsuan dan / atau memberikan akta palsu atau penggelapan berupa SHM milik ER dan SHM milik MR tersebut melanggar p 263 atau pasal 266 atau p 378 dan p 372 KUHP.

Modus tersangka Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto menjelaskan “tersangka AW bertindak seolah-olah sebagai makelar tanah. Agar korban yakin AW memberikan cek senilai 225 M. Selain itu tersangka juga memperlihatkan uang senilai 6 M di dalam lemari dan menyerahkannya kepada kurban sehingga kurban percaya dan menyerahkan 3 SHM”, tuturnya.

Berhasil mengelabuhi kurban tersebut AW dengan 3 SHM sudah ditangan maka digadaikannya surat berharga tersebut ke pihak lain senilai 43.7 M dan selanjutnya digunakan untuk membeli mobil serta tanah yang kini telah diamankan oleh pihak Kepolisian.

Oleh yang berwajib tersangka AW akan dikenakan pasal 372, 378 dan pasal 3 pasal 4 pasal 5 UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU. Atas kejadian tersebut Polisi masih terus melakukan pengembangan. (red).

read more