MPP KEDIRI | Sungguh cinta membutakan segalanya, tak peduli sudah memiliki suami tapi masih bercinta dengan lelaki lain dan lebih parahnya lagi dibulan suci ramadhan masih saja curi waktu bermesraan dengan sang kekasih dikamar kos, seperti yang terjadi di kamar kos Kelurahan Bangsal Pesantren Kota kediri saat jelang buka puasa. 2/5/20.
Perbuatan memalukan berduaan dikamar kos yang bukan suami istri ini dilakukan oleh WA (26) warga Desa Wonorejo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri dan sudah mempunyai 1 anak perempuan umur 5 tahun dengan HP (26) laki-laki warga Jl. Swadaya Ujung RT 03 RW 07 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat.
Menurut suami WA yang tidak bersedia disebut namanya, aksi perselingkuhan istrinya ini sudah tercium sebelumnya dan diikuti gerak geriknya, setelah merasa tidak tahan dengan perbuatan menjijikkan yang dilakukan istrinya, suami WA bersama dengan ketua RT dibantu aparat TNI dan Polri langsung mengrebek kamar kos yang diduga dibuat mesum istrinya bersama dengan HP dan ternyata terbukti bahwa istri syahnya bersam PIL (Pria Idaman Lain) lagi berduaan dikamar kos.
Senada juga disampaikan oleh Nur Khamid Kabid Trantibum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Kediri, sebelumnya dirinya sudah mendapatkan pengaduan dari masyarakat terkaitadanya dugaan perselingkuhan dikamar kos di Bangsal dan setelah di cek ternyata benar dan mendapati pasangan yang bukan suami istri didalam satu kamar kos.
Masih dalam keterangan Nur Khamid, melihat kejadioan itu dirinya beserta anggota yang lain langsung membawa pasangan mesum ini ke Mako Satpol PP Kota Kediri untuk dilakukan pendataan dan interogasi, pasalnya selain bukan suami istri ternyata yang perempuan sudah memiliki suami syah dan anak.
Nur Khamid menambahkan bahwa semua diserahkan kepada suami WA, apakah masalah ini dibawa kerana hukum ataukah mediasi kekeluargaan, dan keputusan yang luar biasa dari suami WA bahwa WA diserahkan kepada selingkuhannya yaitu HP dan HP menerima dan sanggup menikahinya. Setelah membuat pernyataan WA dan HP langsung diantar menemui orang tuanya WA untuk dikembalikan dan suami WA menyerahkan tanggung jawabnya sebagai suami. Pungkas Nur Khamid. (Bram/Wednes).
