Sidoarjo, Putrapena.com – Dalam setiap pembangunan pemerintah dengan sekala di setiap titik penjuru wilayah yang kerap di sebut sebagai rawan bencana atau sebagai penghalang kesejahteraan masyarakat yang selalu di prioritaskan sebagai rencana pembagunan termasuk pelengsengan ini.
Tepatnya Infrastruktur pelengsengan yang berada di Desa Banjarpanji Kec. Tanggulangin Sidoarjo jawa timur ini.
Pasalnya bangunan tersebut tidak adanya bentuk transparansi (Papan proyek) sebagai tanda berapa dana yang di kelolah sebagai patokan bangunan dan tidak lupa dari PT. atau CV apa yang bertanggung jawab sebagai pemenang Tender.
Disinyalir dari keterangan salah satu warga Banjarpanji GT (46) menjelaskan kepada wartawan pada hari senin Tgl. 10/01/2023.
“Kebetulan mas ! (wartawan), rumah saya dekat dengan pembangunan pelengsengan itu, dan pada sore hari saya iseng-iseng aja lihat banguan itu. Hasil Luar biasa tabjup sih, dengan batu alam hanya di letakan saja tanpa ada semen (bahan penguat bangunan) dan setelah dapat separuh penataan barulah di kasih semen, lantas saya curiga dengan pengerjaan itu lalu saya diam-diam memantaunya secara langsung pada saat pengerjaan pelengsengan itu,”ulasnya.
Di tempat yang sama Narasumber masyarakat GT ini menambahkan hasil dari pembagunan pelengsengan di sungai desa banjarpanji.
“dari hasil kecurigaan kemarin dan melihat secara langsung ternya memang benar, mulai dari pengerjaan itu tidak adanya mesin molen sebagai penguat bahan bangunan matrial, agar bisa tercampur dengan merata, ini malah di kerjakan secara manual saja.” Tambahnya
Sa’at di konfirmasi lewat via whatsapp pesan singkat kontarktor Bisri menyatakan bahwa,” memang seperti itu mas (wartawan), dan masih belum di rapikan. Cetusnya.(ris)
