MPP Mojokerto | Mojokerto – Untuk mensosialisasikan tahapan Pilkada 2024 dan memperlancar jalannya proses pendaftaran pasangan calon bupati dan wakil bupati, Komisi Pemilihan Umum(KPU) Kabupaten Mojokerto menggelar Media Gathering bersama awak media yang dilaksanakan di Resto dan Venue WS (Warung Surodinawan) Jl. Raya Pekuncen No.200 Surodinawan, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Jum’at(23/8/2024).
Media gathering bersama KPU kabupaten Mojokerto dihadiri Ketua dan komisioner KPU, Kepala Bakesbangpol, Kejaksaan, Ketua PWI Mojokerto, Ketua IJTI dan puluhan awak media.
Ketua KPU Kabupaten Mojokerto Afnan Hidayat menyampaikan terima kasih atas kehadiran rekan rekan semuanya dan semoga kita semua diparingi kesehatan karena kita selalu bersama sama dengan media untuk ikut menjaga stabilitas keaman jelang Pilkada, ini peran penting bagi media kalau menyampaikannya keliru bisa menjadi kacau.
“Terimakasih juga pada kepolisian yang telah menjaga kantor KPU untuk antisipasi kemungkinan yang bakal terjadi. Untuk perubahan mengenai persyaratan partai gabungan untuk mencalonkan bupati dan wakil bupati, gubernur dan wakil gubernur di Pilkada 2024 untuk Mojokerto tidak ada masalah karena di Mojokerto bakal calonnya sudah mendapatkan rekom dari partai parlemen maupun nonparlemen,” jelasnya.
Lanjutnya, kami minta rekomendasi dari dinas kesehatan Kabupaten Mojokerto untuk pengecekan kesehatan pasangan calon, dirujuk tiga rumah sakit yaitu RSU. Dr. Sutomo Surabaya, RSU. Sukandar Mojosari, RSU. RA. Basuni Gedeg dan kami dari KPU menunjuk ke RSU. Dr. Sutomo Surabaya karena dianggap lebih berpengalaman dan peralatan medis lebih lengkap.
“Karena waktunya sudah dekat kami mohon pada media untuk kerjasamanya menjaga kualitas demokrasi di Mojokerto, dengan sering komunikasi akan tercipta suasana yang sejuk, damai, sehingga Pilkada berjalan dengan aman, lancar dan kondusif,” pungkasnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik(Bakesbangpol) Kabupaten Mojokerto Drs. Nugraha Budhi Sulistya, M.Si mengatakan angka partisipasi pemilih terendah terjadi di tahun 2020 karena Covid. Harapan kita tahun ini bisa meningkat sampai 90%, setiap Pilkada tingkat kerawanannya selalu berbeda dan paling rawan di tingkat pendaftaran. Tingkat kerawanan sifatnya dinamis dan yang perlu diwaspadai adalah netralitas ASN, TNI/Polri kerena menempati ranking empat tingkat kerawanan.
“Sebelum Pilpres yang lalu kita sudah menandatangani pakta integritas untuk seluruh ASN, kepala desa serta perangkat desa dan kami telah mengundang narasumber untuk memberikan pencerahan pada kita semuanya agar netralitas ASN dijalankan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan yang ada,” jelas Nugroho.
Lanjut Nogroho, peran pemerintah daerah untuk mengingatkan teman teman KPU agar Pilkada berjalan dengan baik, termasuk pendanaan dan menyiapkan tempat di setiap kecamatan untuk menyimpan logistik dan surat suara.
“Harapan kami pemilihan bupati dan wakil bupati di kabupaten Mojokerto nanti partisipasi pemilih cukup tinggi, Pilkada berjalan dengan baik, aman, lancar dan kondusif,” pungkasnya. (ags)
