close

Mengatasi Hujan

Menghadapi Musim Hujan Dinas PRKP Dan Cipta Karya Sumenep Melakukan Normalisasi

MPP Sumenep | Dalam menghadapi musim hujan yang intensitas curah hujan yang cukup tinggi dan mengantisipasi terjadinya genangan air, Pemkab Sumenep melalui Dinas PRKP dan Cipta Karya melakukan normalisasi disetiap saluran drainase yang ada di perkotaan, Kamis 02/12/2021.

Hal itu dilakukan guna untuk memperlancar aliran curah hujan, agar mengurangi terjadinya genangan air disaat hujan turun di area perkotaan. Bila terjadi genangan air yang nantinya bisa menghambat kenyamanan aktivitas masyarakat Sumenep, dan itu semua dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep dengan deadline Bismillah Melayani’ masyarakat.

Dalam waktu beberapa hari terakhir ini, Kota Sumenep diguyur hujan dengan intensitas hujan terbilang cukup tinggi yang berpotensi menyebabkan terjadinya genangan air di seputar kawasan kota Sumenep.

Mengantisipasi terjadinya genangan, Dinas PRKP dan Cipta Karya Sumenep telah melakukan beberapa langkah antisipatif, melakukan normalisasi saluran drainase dengan memaksimalkan kinerja dari anggota Satuan Tugas (Satgas) Pematusan yang berada dibawah kendali Dinas PRKP dan Cipta Karya Kabupaten Sumenep.

Bentuk komitmen melayani masyarakat, Pemkab Sumenep melalui Dinas PRKP dan Cipta Karya Kabupaten Sumenep, Kepala Bidang Penataan Bangunan dan Lingkungan, Hery Kushendrawan ST, MT, mengatakan pihaknya terus memaksimalkan kinerja Satuan Tugas Pematusan untuk melakukan normalisasi saluran drainase di kawasan kota Sumenep.

Utamanya saluran-saluran yang berhubungan langsung dengan titik-titik rawan genangan, memperbaiki saluran-saluran yang rusak, membersihkan sampah yang menutupi selokan-selokan, dan  mengangkat sedimentasi yang terdapat disaluran drainase merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Satuan Tugas (Satgas) Pematusan.

“Petugas pematusan setiap harinya melakukan normalisasi saluran drainase dengan cara melakukan pengangkatan sedimentasi dan tumpukan sampah” ungkap Hery.

Berdasarkan hasil evaluasi, terjadinya genangan di beberapa titik di perkotaan dikarenakan banyak saluran drainase yang tertutup oleh sampah yang dibuang sembarangan dan tingginya sedimentasi pada saluran drainase sehingga mengurangi daya tampung curah hujan yang cukup.

Maka dari itu, Hery mengimbau kepada masyarakat, khususnya di perkotaan untuk berperan serta aktif membantu pemerintah daerah dalam mengatasi genangan air yang terjadi dengan cara meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya.

“kami berharap dukungan dari warga terhadap upaya kami mencegah dan mengatasi genangan air, dengan tidak membuang sampah sembarangan. Kami mohon kesadaran warga untuk tidak membuang sampah ke saluran air atau sungai-sungai di perkotaan,” tandasnya.

Hery menambahkan, disaat hujan deras personel Satgas Pematusan melakukan pemantauan di beberapa titik rawan genangan dan disiagakan untuk melakukan tindakan cepat dan terukur jika terjadi genangan, agar meminimalkan dampak yang dapat menggangu aktifitas masyarakat Sumenep.

“Jadi penanganan genangan dilapangan pada saat terjadinya hujan itu dilihat dari kasusnya, misal dari kondisi salurannya. Kalau inlet menuju saluran yang terganggu maka kita benahi inletnya, atau jika ada sedimen kita lakukan normalisasi, saat memasuki musim penghujan seperti ini, personel satgas pematusan setiap harinya disiagakan dalam 3 shift kerja sampai dengan jam 10 malam” ungkapnya

Hery menghimbau kepada masyarakat, khususnya di area perkotaan jika terdapat saluran yang membutuhkan normalisasi masyarakat dapat menghubungi Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya Kab. Sumenep, agar dapat dilakukan penanganan lebih lanjut.
(Akh Zaini)

read more