MPP Mojokerto | Pekerjaan Jasa Kontruksi Rehabilitasi Ruang kelas SMPN 2 Bangsal yang dikerjakan oleh CV.Birza utama sangat membahayakan. pasalnya proyek yang dibiayai oleh APBN (anggaran Pendapatan Negara) hanya menambal sulam sebagian besar material yang lama Untuk dipasang kembali. meski (RAB) seperti itu akan tetapi tidak lah semestinya kayu yang sudah lapuk dipakai kembali sehingga sangat membahayakan anak didik /murid yang ada di ruang kelas.

Padahal untuk mewujudkan satuan pendidikan yang berintegritas, inovatif dan berdaya saing untuk menuju Indonesia emas 2045, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran Rp 660,8 triliun atau, 20% pada APBN (Anggaran Pendapatan Negara) 2024 ( sumber PUSLAPDIK). Namun kenaikan anggaran tersebut, justru diduga menjadi ajang korupsi dan manipulasi data hanya untuk menyerap APBN atau APBD. Hal tersebut diduga terjadi di salah satu sekolah negeri yang ada di kecamatan Bangsal kabupaten Mojokerto di mana, anggaran untuk rehab ruang kelas diduga di manipulatif sehingga, barang yang sudah lapuk dan patah masih di pakai tanpa memikirkan keselamatan siswa yang nantinya melakukan pembelajaran di ruang kelas.

Saat awak media melakukan penelusuran, 12/09/2024 (kamis) ditemukan kuda- kuda pada atap bangunan sekolah yang sudah lapuk dan patah masih di gunakan. Padahal anggaran untuk rehab ruang kelas tersebut sebesar Rp. 740 juta. Dan anehnya lagi, awak media tidak menemukan pengawas dari dinas terkait maupun konsultan pelaksana proyek CV. Birza utama yang mendapati paket proyek pekerjaan dengan nomer kontrak 027/4373/416-101. Prassar/Vl/2024. Tidak hanya kuda- kuda atap yang lapuk dan patah , sejumlah pekerja yang melakukan perbaikan atap, terlihat tidak dilengkapi APD ( alat pelindung diri) berupa sabuk pengaman, helm, sepatu safety, sarung tangan. dalam hal ini syarat APD adalah mutlak yang wajib disiapkan oleh kontraktor untuk menghindari cidera saat terjadi kecelakaan kerja.
Guna untuk mengklarifikasi hal tersebut, awak media mendatangi Dispendik Kabupaten Mojokerto. melalui Puguh Hari S.T selaku Kabid PPTK rabu 18/09/2024. Saat di tanya terkait temuan kami di lapangan pria asal Surabaya yang sekarang menjabat Kabid PPTK menjelaskan bahwa, emang didalam (RAB,) itu tambal sulam mas, jadi biar kita periksa dan di ganti aja, lagi pula Kontraktornya juga masi baru tegasnya. “lebih lanjut dikatakanya, untuk pencairan sendiri hanya uang muka saja mas, dan sesuai progres yang ada, untuk pengawasan sendiri emang kita akui kurang maksimal jadi banyak celah celah yang bisa di manfaatkan dan kita juga ngga bisa memantau semuanya jadi kami berterimakasih atas masukanya, tutup Kabid Puguh Hari ( ags)










