MPP PASURUAN | Sungguh diluar nalar pasangan pasutri berjuang selama bertahun tahun dan suami berhasil menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Pemkot Pasuruan, setelah serba kecukupan tiba tiba tergoda janda tajir dan diduga menikah dibawah tangan tanpa persetujuan istri syah.
Dari informasi yang di dapat awak media, fakta ini terjadi pada pasangan WSE seorang PNS di Kelurahan Panggungrejo kecamatan Panggungrejo dan dikabarkan juga sebagai PLT di Kelurahan Petamanan Kota Pasuruan dengan istri syahnya DAS alias Dinar berkediaman di Perum Graha Candi blok AE Bakalan kec. Bigul Kidul Kota Pasuruan.
Pernikahan keduanya sejak tahun 2010 hingga 2024 berjalan damai dan mereka berdua dikaruniai anak yang lucu-lucu, namun sang suami yang berangsur angsur berubah secara ekonominya mengakibatkan WSE terkena pengaruh perempuan lain yang diduga berasal sekampung di Kediri.
Hal ini dengan terbuka dituturkan oleh Dinar istri syah WSE saat dikomfirmasi awak media di Pasuruhan beberapa waktu yang lalu, dirinya merasa kecewa berat dengan suaminya, pasalnya sejak awal berjuang sebelum menjadi PNS suaminya yaitu WSE sangat sayang kepada keluarga, namun setelah ekonomi meningkat WSE sudah mulai berubah bahkan untuk kejadian masalah perempuan lain hal ini menurut Dinar sudah kali ke 2.
Masih dalam komentar Dinar, secara ekonimi atau nafkah kami masih dinafkahi, namun untuk nafkah batin Dinar sudah lama tidak diberikan oleh WSE, bahkan yang paling menyakitkan diketahui bahwa suaminya yaitu WSE telah tinggal satu rumah dengan perempuan lain yaitu YDW (inisial) janda 41 tahun asal Sukomoro Kediri di Jl. Panglima Sudirman Kel. Purworejo Kota Pasuruan.
“ ini saya tunjukkan bukti pernyataan Pra Nikah, Surat pernyataan, dan selembar surat keterangan nikah siri dari Ponpes Annuur Bumi Tauhid yang dalam keterangannya bahwa WSE berstatus Duda, padahal saya belum pernah diceraikan” Ungkap Geram Dinar.
Sementara untuk mendapatkan pemberitaan yang berimbang, awak media mencoba menghubungi WSE melalui saluran whatsapp namun tidak direspon, dan untuk tayangan selanjutnya putrapena.com akan mencoba meminta tanggapan kepada Badan Kepegawaian dan ispektorat Kota Pasuruan atas peristiwa ini. (red)


