close

Pola Pendidikan Anak

USWATUN KHASANAH SEBAGAI POLA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Oleh:

Ahmad Syafii

(Dewan Redaksi Pena Rakyat News)

Anak pada masa usia dini dapat diibaratkan selembar kertas yang masih kosong tanpa ada coretan dan noda apapun. Pola pikirnya masih polos dan full memory dengan daya ingat yang yang bagus serta kepekaan baik.

Dalam kecemerlangan memory tersebut oleh para ahli menyebutnya sebagai masa golden age. Artinya bahwa masa golden age adalah masa situasi dan keadaan pada tingkat keemasan yang lekat pada diri seorang anak. Karena pada masa tersebut otak seorang anak perkembangannya 100 miliar lebih cepat dari orang dewasa sehingga mampu menghasilkan beberapa triliun sambungan antarneuron.

Dengan kondisi pada masa tersebut sangat efektif untuk mewujudkan dasar-dasar pendidikan anak. Usia dini seorang anak selayaknya mendapat dukungan dengan sumber daya manusia yang baik pula. Pengertiannya adalah, dengan daya dukung sumber daya manusia yang baik seorang anak telah ditanamkan pola pikir dengan pemahaman yang baik.

Sumber daya manusia pertama yang mempengaruhi pendidikan anak adalah keluarga. Ketika keluarga memiliki pemahaman penanaman pendidikan yang baik, kemudian didukung oleh lingkungan yang baik, dan mendapat asupan nutrisi yang baik, maka hasilnya juga akan baik.

Islam telah mengajarkan konsep pola-pola pendidikan anak agar sesuai dengan misi utama risalah yang didapat dan dikembang oleh Rasulullah Muhammad Saw. Misi utama dalam mengembangkan risalah tersebut adalah suri tauladan melalui akhlak mulia. Hal ini selaras dengan Hadits Nabi Saw. sebagai berikut; Innama bu’istu liutammima makarimal akhlak (Sesungguhya aku diutus untuk meyempurnakan akhlak yang mulia) (HR. Al Baihaqi).

Penanaman nilai akhlak mulia oleh Nabi Muhammad Rasulullah Saw. tersebut dikembangkan dan diaplikasikan melalui suri tauladan yang baik dan benar. Yang demikian itu termaktub dalam al-Quran Surat al-Ahzab Ayat 21 berikut ini:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah (QS. Al Ahzab : 21).

Merujuk kepada konsep Islam sebagaiman tersebut diatas dalam hal pendidikan anak, maka selayaknya sejak dini seorang anak dididik dan diajarkan sebuah nilai-nilai melalui suri tauladan yang baik selain dengan nasehat yang baik. Karena pendidikan yang diserap oleh seorang anak pertama dan utama sebelum menyerap pendidikan yang lebih luas adalah lingkungan keluarga. Dengan demikian informasi pendidikan yang pertama dan utama bagi seorang anak adalah pendidikan dimulai dari keluarga atau lingkungan keluarga. Dalam hal ini adalah orang tua sebagai sumber pembelajaran anak.

Perlu digarisbawahi bahwa seorang anak dalam menyerap pendidikan lebih banyak kepada apa yang ia lihat dan dia dengar. Ketika dalam keseharian si anak melihat dan mendengar tentang nilai maka hal itulah yang pertama kali akan ditiru dan praktekkan. Maka suri tauladan dari keluarga terhadap anak adalah proses pendidikan yang pertama dan utama bagi anak usia dini.

Sementara sekolah adalah lingkungan pendidikan yang kedua bagi seorang anak dalam proses pembelajaran. Maka wajib bagi keluarga dalam memberikan pandangan dalam menentukan pilihan belajar untuk anak dimana setidaknya memilih dan memilah lembaga penyelenggara dan pelaksana pendidikan yang sekiranya seirama dengan visi dan misi pemahaman orang tua atau keluarga itu sendiri agar tidak keluar dari tujuan yang diharapkan.

Penting pula bagi keluarga untuk memperhatikan proses dan perkembangan pendidikan anak. Proses dan perkembangan dimaksud diantaranya dapat berupa; bagimana dasar pendidikan untuk anak tersebut berlangsung; bagaimana prinsip dasar pendidikan bagi anak yang sesuai; bagaimana tahapan perkembangan pendidikan anak selama ini; apa saja kebutuhan bagi pendidikan anak; apa problematika pendidikan anak; seperti apa metode belajar / pembelajaran yang diusung bagi anak didik oleh lembaga penyelenggara dan pelaksana pendidikan.

Hal tersbut dibutuhkan supaya dapat mengantisipasi solusi dan aksi ketika ada persoalan mengenahi perkembangan pendidikan anak untuk dapatnya selaras dengan dawuh Nabi SAW yang tertuang dalam rumusan konsep pendidikan Islam selama ini dan dikemudian hari. Setidaknya ketika orang tua atau keluarga tidak memiliki kesempatan yang luas dalam keterlibatan pengembangan pendidikan anak ya minimal memberikan pandangan agar si anak memilih lembaga penyelenggara dan pelaksana pendidikan dimana mengutamakan selaian skill juga nilai-nilai yang diharapkan oleh keluarga dan masyarakat luas terutama lingkungan sendiri.

read more