Sidoarjo, Putrapena.com – Terkait masalah di tuding mendapatkan uang lima juta oleh Kepala desa Mochammad Khoirul Imron, Selaku Kades Gampang Kec. Prambon Sidoarjo Jawa timur. Sabtu Tgl. 03/08/2022.
Awal mula kejadian tuduhan/fitnah terjadi di kantin Kecamatan Prambon pada hari rabu Tgl. 24/08/2022, pagi hari pukul 09.05 wib.
Kebiasaan dari salah satu anggota wartawan sebelum memulai aktifitasnya setiap hari, memang kerap Ip (59) wartawan pimred media online Putrapena.com ini selalu “ngopi bareng” di kantin kecamatan prambon dan juga beberapa kepala desa prambon.
“Saya (kmd) pada waktu pertemuan ke dua Tabayun setelah pertemuan pertama tuduhan langsung di kantin kecamatan prambon, mendengarkan apa yang di sampaikan oleh pimred saya lantas menjadi suatu keharmonisan silatu rahmi, dan untuk perkara ini masih tetap berlangsung sampai sekarang.
“Enak sampean pak oleh duwek limangewu teko desoku gampang (enak Anda pak dapat uang lima juta dari desaku gampang),”cetusnya Kepala desa gampang kepada pimred IP putrapena media.
Serontak saya dan atasanpun kaget dengan pernyataan kepala desa itu kepada pimpinan saya IP.
Pimpinanpun (IP) menjawabnya dengan serius atas tuduan yang tak kuat dengan dasaran bukti dan tak bisa menunjukan bukti.
“Kapan aku oleh duwek iku pak lurah? Nopo buktie? Pean jarene sopo? ( kapan saya dapat uang itu pak lurah? Kata siapa?),”tegasnya
Jawab kepala desa gampang “aku jarene masyarakatku dan atas nama warga seng ndelok sampean (saya kata masyarakatku dan atas nama warga yang tau melihat anda),” sambungnya.
“Warga yang mana? mohon anda tunjukan kepada saya sekarang juga ini, di hadapan banyaknya kepala desa anda telah menuduh profesi dan mencoreng nama baik pers, katanya IP (pimred).
inisiatif dari anggota wartawan juga sebagai pimpinan redaksi media, maka hal ini akan segera kami laporkan dan serta memintai konfirmasi kepada pihak berwajib (kepolisian) polda Jatim guna mendapatkan prioritas penanganan sebagai sumber tuduhan.
Sungguh tak pantas sebagai sosok pemimpin desa dengan mengutarakan ucapan yang tak pantas ataupun sebagai landasan tudingan yang tak senonoh kepada wartawan. (Kmd)
