close

Hati-Hati Sekolah di SMKS Raden Rahmat Mojosari Jelang Lulusan Siswa Dipaksa Pindah Sekolah, Ternyata Ini Penyebabnya.. 

MPP MOJOKERTO | Salah satu bentuk hukuman terhadap seorang siswa yang paling fatal adalah dikeluarkan dan atau dengan bahasa lain diminta orang tuanya memindahkan anaknya ke sekolah lain. Narasi tersebut sangat pantas bagi siswa yang terbukti melanggar aturan sekolah atau melakukan perbuatan asusila.

Namun berbeda dengan SMK Raden Rahmat Mojosari, siswi kelas XII yang tidak lama lagi sudah lulus, dengan seenaknya sendiri pihak sekolah terkesan kompak mengeluarkan EDA (inisial) kelas XII Jurusan Perbankkan dengan pertimbangan tidak jelas.

Fakta ini terjadi pada EDA, putri dari Elly warga Bekatul, Jabon Tegal Pungging. Siswi yang dari awal masuk sekolah di SMKS Raden Rahmat tertib baik administrasi dengan berbagai pungutan di sekolah EDA tidak pernah mempermasalahkan walaupun seluruh biaya pendidikannya di SMKS Raden Rahmat ditanggung oleh pemuda asal Pacet, tapi sangat disayangkan saat EDA di pinang oleh pacarnya dan belum diketahui kapan acara pernikahannya, tiba-tiba EDA mendapatkan diskriminasi dari pihak sekolah dengan modus EDA dipaksa untuk pindah sekolah karena sudah melanggar aturan sekolah.

Nanang Barurrozi selaku Kepala SMKS Raden Rahmat membenarkan terkait kejadian yang dialami oleh EDA tersebut. Menurutnya hal itu dilakukan karena sudah hasil rapat bersama beberapa guru dan juga ketua yayasan bahwa siswa siswi SMKS Raden Rahmat yang mana dalam aturan sekolah siswa dilarang terikat dengan pertunangan sebelum lulus sekolah. Namun sayangnya Nanang Barurrizi terkesan hanya omong doang, pasalnya menyatakan hal itu aturan sekolah tapi tidak dapat menunjukkan fisik aturan sekolah kepada awak media. Selasa 12/09/23.

Ketika disinggung apakah itu bukan diskriminasi terhadap siswanya yang mana EDA hanya terikat pertunangan apalagi EDA juga tidak mengalami hamil diluar nikah, dan apakah tidak ada kebijakan lain yang mana seorang guru memiliki kewajiban mendidik, memberikan konseling karena mengingat EDA sebentar lagi lulus sekolah, hal tersebut justru dibantah oleh Nanang dengan dalih “Kita semua sudah sepakat berdasarkan hasil rapat kemarin bersama ketua yayasan, bahkan kami juga siap memberikan bukti notulen tanda tangan bersama dengan para guru dan juga ketua yayasan. Tegas Nanang Barurrozi.

Sementara saat Elly yang tak lain adalah ibu kandung dari siswa EDA saat dikonfirmasi oleh awak media dengan berurai air mata menyampaikan kekecewaannya kepada pihak sekolah, pasalnya dirinya memang dari keluarga tidak mampu dan sangat ingin anaknya minimal mengenyam pendidikan sampai tingkat SLTA sederajat, namun mengapa pihak sekolah dengan tega memaksa anak saya untuk pindah atau keluar dari SMKS Raden Rahmat hanya karena mendengar sudah di pinang oleh seorang laki-laki.

“ Itu yang minang anak saya adalah laki-laki yang selama ini membiayai sekolah anak saya mas, dan asal diketahui saja anak saya dan pacarnya itu masih memiliki iman mas hubungan mereka sangat tertib dan saling menghormati/ gak pernah neko-neko, anak saya juga tidak hamil, saya siap buktikan, anak saya sudah kelas XII artinya paling 6 bulan lagi sudah lulusan kok malah dikeluarkan” Ungkap Kecewa Elly.

Sampai berita ini diturunkan pihak sekolah yang berjanji memberikan hasil notulen rapat dewan guru dan yayasan juga belum diterima oleh redaksi. (sh07)

Tags : Hati-Hati Sekolah di SMKS Raden Rahmat Mojosari Jelang Lulusan Siswa Dipaksa Pindah SekolahMojokertoTernyata Ini Penyebabnya..

Leave a Response