close

Subsidi

Joman Jatim Angkat Bicara Kelangkaan Pupuk, Permainan Harga Dan Praktek KKN Di Kementan

MPP SURABAYA | Di jual…… Ready Pupuk Subsidinya… Urea Rp, 90,000/Per karung ZA Rp, 70,000/Per karung Sp-36 Rp, 100,000/Per karung NPK Phonska Rp,115,000/Perkarung, begitu bunyi cuitan akun PT PUPUK SUBSIDI @ptpupuksariwija, (17 Des 2020) pukul 2.11 PM, dua bulan lalu.

Lain dengan cuitan PT PUPUK SUBSIDI, isu tak sedap justru menerpa Kementerian Pertanian (Kementan) hingga kini lantaran permasalahan kelangkaan pupuk disinyalir masih adanya praktek Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang menggurita.

Kabarnya salah satu anak Mentan tengah menjabat komisaris pada salah satu perusahaan produsen pupuk bersubsidi. Hal itu disampaikan Arief Choiri Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jokowi Mania (Joman) Jawa Timur, Selasa (09/02/2021).

“Salah satu anak Menteri Pertanian (Mentan) Sahrul Yasin Limpo (SYL) dikabarkan menjabat komisaris salah satu pabrik yang memproduksi pupuk subsidi. Belum selesai masalah pupuk subsidi, kini ada lagi masalah nepotisme di dunia pupuk subsidi, yaitu diangkatnya salah satu anak Mentan sebagai salah satu komisaris di salah satu pabrik pupuk” ujar Arief.

Baca berita lainnya disini.

Informasinya petani menjerit akibat kelangkaan pupuk disertai harga yang melangit dengan selisih yang benar-benar menjerat.

Mengenahi selisih permainan harga pupuk Arief mencontohkan “pupuk subsidi Phonska yang harganya sekitar Rp 2.500 per kilogram, maka harga non subsidinya bisa di atas Rp 5.000 per kilogram. Bisa dibayangkan berapa keuntungan yang diperoleh mafia pupuk bila mereka menjual pupuk subsidi di pasar pupuk non subsidi (pasar gelap)” jelas Ketua Joman Jatim tersebut. (red).

read more