Jokowi Tempatkan Posisi Sentral Sektor Pertanian Di Masa Pandemi

MPP JAKARTA | Menyikapi masa krisi global bidang pangan akibat pandemic Corona Virus Disease yang dikenal dengan Covid-19, Indonesia menempatkan sektor pertanian untuk memperkuat perekonomian nasional.
Perhatian pemerintah pada sektor pertanian tersebut dirasa yang paling mendasar sebagai langkah antisipatif mengingat disaat semua sektor terkontraksi dan mengalami tren negative, justru sektor pertanian mendapat tren yang positif.
Agar pemulihan kondisi perokoniman nasional segera terwujud dengan baik maka dukungan penuh terhadap teknologi pertanian perlu dilakukan. Hal itu untuk meningkatkan produktivitas beserta program pendukung terkait peningkatan produktivitas, dan diversifikasi pangan supaya ketersedian pangan terjaga secara nasional.
Tampak statement Presiden RI Joko Widodo melalui Akun Twitter resmi Presiden Republik Indonesia Joko Widodo @jokowi (11/01/2021 : 2.51 PM), beliau mengatakan; Di masa pandemi ini, sektor pertanian menempati posisi sentral. Maka pengelolaannya harus dijalankan dengan baik dan serius.
Lebih lanjut dikatakan bahwa; Peningkatan skala ekonomi dan penerapan teknologi pertanian harus segera ditempuh agar biaya produksi jadi lebih murah dan harga jadi lebih kompetitif, tulisnya pada akun @jokowi, diakses hari ini (12/01/2021).
Membalas statement Presiden Joko Widodo melalui akun twitter tersebut warganet Abdi NURU mengatakan; Tanah air, alhamdulillah Subur Katanya, Gemah Ripah Loh Jinawi. SEMOGA: 1. Sektor Pertanian Maju, Mandiri, Modern; 2. Tatakelola Pertanian makin baik, hulu sampai hilir/pemasaran; 3. Perlu Sesus Pertanian Nasional Untuk up-date data, a.l: Jumlah Petani, Penggarap, Buruhtani, twitt akun @1404Stj, (11/01/2021 : 4.14 PM).
Presiden Joko Widodo menambahkan (11/01/2021 : 3.52 PM), Pembangunan pertanian tak bisa hanya konvensional seperti sebelumnya. Kita butuh sebuah kawasan pertanian berskala ekonomi besar, termasuk lumbung pangan baru.
Itulah kenapa saya mendorong agar food estate seperti di Sumatra Utara dan Kalimantan Tengah diselesaikan tahun ini, imbuh twitt @jokowi, diakses hari ini (12/01/2021). (syf).




