KEMENANGAN ISLAM PRIBUMI DALAM RUWATAN DESA DURUNG BEDUK CANDI SIDOARJO .

MPP SIDOARJO | Ruwah Desa berasal dari Bahasa Jawa, “Ruwah atau Ruwat” yang berarti memelihara, memperingati, dan mensyukuri apa yang telah berikan Tuhan Yang Maha Esa kepada kita. Sedangkan “Desa” yang berarti wilayah yang dipimpin oleh Kepala Desa. Ruwah desa sendiri merupakan sebuah tradisi rutin yang masih ada hingga saat ini, meskipun sempat terhenti akibat wabah covid 19 beberapa tahun lalu.
Dimana tradisi ini merupakan tradisi turun temurun dari “Sang Babat Alas desa Durungbeduk atau Sing Mbangun Deso”,
Bersama ini tradisi yang di selenggarakan mengikuti perhitungan Kalender Jawa, jatuh pada bulan Ruwah ini, diikuti oleh seluruh warga Desa Durung Bedug , Kecamatan Candi Sidoarjo Jatim sebagai bentuk rasa syukur Kepada Tuhan Yang Maha Esa Juga sebagai sarana membuang nasib buruk agar selalu diberikan keselamatan di setiap langkah yang ditempuh semua warga desa. Di samping memper erat silaturrahmi antar warga, serta memperkuat tradisi gotong royong yang mulai memudar.
Rangkaian acara di mulai pada 3 punden di setiap pedukuhan dengan Kenduri 14 tumpeng, Istiqosah, Tahlil dan doa bersama di setiap makom, Mbah Gonggo ,Mbah Bronto dan Mbah Bongso .Khusus punden Mbah Bronto di sembelihkan kambing. Puncak acara pagelaran wayang kulit dengan lakon ”Babad Tanah Jawi” oleh Ki dalang Tanoyo dari Pasuruan.
Sebagai undangan yang hadir Forkopimka Candi atau yang mewakili serta para kepala desa se Kecamatan Candi.
Antusias warga yang hadir ,semakin menambah meriah acara sedekah bumi di pendopo Balai desa.
Dari cerita lakon tersebut dapat di simpulkan, Kemenangan Jawa atas kaum radikal untuk membangkitkan Islam lokal atau pribumi yang terancam oleh ekstremisme religius.
Mohammad Zainuri, Kades Durung Bedug mengatakan, inilah bentuk rasa syukur kami , Pemerintahan desa dan warga atas nikmat yang telah dilimpahkan Allohu SWT, Selain itu Acara ini merupakan wujud kehormatan kita pada leluhur desa yang ada di 3 pedukuhan.yaitu Santren, Durung bedug baru dan Bedug dowo.tanpa beliau ,kita warga desa tak akan bisa tinggal di sini.
Semoga ke depan,semua warga desa Durug Bedug selalu dalam lindungan nya. Sehat wal Afiat , Panjang umur, murah rezeki, murah sandang lan pangan , hidup tentram ,Aman, damai dan sejahtera , ucap nya Kades Moh Zainuri sambil mengucap Aamiin pungkas nya .( P Dhee Sulton )




