close

Benar-Benar Perusak Alam, Gali Sini Gali Sana Aparat ‘Diam’. Kebagiankah ?

MPP MOJOKERTO | Terasa lelah dan capek mendengarkan keluhan warga masyarakat kecil yang menjerit karena dampak dari galian yang semakin liar dan menjamur, lingkungan rusak, sumber air semakin menipis dan dampak lainnya, terasa hanya sebagai nyanyian sumbang bagi oknum pengusaha galian. Muncul pertanyaan apakah karena yang menggali juga Aparat sehingga aparat lain sudah tidak berani menindak. Hanya mereka yang punya hati nurani yang bisa menjawab.

Dusun Dukuh desa Jati Dukuh dapat dipastikan beberapa saat lagi akan hancur terkikis dengan longsor dan akibat lainnya apabila wilayahnya digali terus dari tempat satu ke tempat lainnya. Ketegasan pemangku kepentingan setempat perlu dipertanyakan pasalnya puluhan penggali baik berijin atau tidak berijin selalu lolos melakukan aktivitas Galian C di Jatidukuh.

Salah satu contoh oknum penggali dari luar wilayah yang selalu berpindah-pindah mencari titik alam yang dihancurkan adalah Letkol Sarial, seorang anggota TNI yang sudah ternama bukan dalam prestasi kedinasannya namun berprestasi dalam bidang Galian C di wilayah Mojokerto.

Informasi ini dibenarkan oleh salah satu warga sebut saja Pak I (inisial), dalam keterangannya kepada putrapena.com. Pak I yang kebetulan mendapat kuasa dari saudaranya yang tak lain adalah pemilik lahan merasa ketar ketir sebab perjanjian antara Letkol Sarial dan saudara pak I hanya sekedar perjanjian lisan yang mana boleh lahannya digali selama 3-5 bulan saja.

Sementara dari kebanyakan warga Dukuh berharap agar seluruh galian yang ada di Jatidukuh ditutup dan alat berat tidak ada yang masuk ke wilayahnya.

“Tolong pak aparat, tindak tegas pelaku galian liar di Jatidukuh, jangan mentingkan diri sendiri karena kami yang nantinya terkena dampaknya” ucap harap dari warga yang takut disebut namanya. (ags)

Tags : Alam HancurMojokerto

Leave a Response