Hallo Pak Polisi Galian C Kedungpen Semakin Ramai, Masyarakat Semakin Resah

MPP MOJOKERTO | Penambangan batu, pasir dan krikil (galian C), semakin menjadi idola bisnis di Mojokerto. Karena sangat menguntungkan. Tidak perlu susah-susah melakukan proses pembibitan dan pemeliharaan seperti halnya di sektor pertanian. Pebisnis hanya tinggal menggali lahan, membayar retribusi, membayar palakan kepada preman, membayar upah lewat pada setiap desa yang dilalui truk pasir, dll. Selanjutnya, uang pasti mengalir dengan deras ke pundi-pundi para kapitalis. PAD (Pendapatan Asli Daerah) juga menggelembung. Bagaimana kalau batu, pasir atau krikilnya habis? Ya, tinggal mendoakan saja bersama-sama agar Gunung Sekitar segera meletus lagi. Kira kira itu narasi yang tepat.
Seperti yang terpantau awak media putrapena.com dikawasan wilayah dusun Kedungpen Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto, walaupun warga berteriak sampai kering tenggorokan aktivitas Galian C tetap berjalan lancar dan dapat dipastikan hanya segelintir orang yang diuntungkan, sementara masyarakat sekitar terutama masyarakat petani yang tetap menanggung dampak dari kerusakan bekas galian.
Masih dalam seputar sumber dari warga setempat yang tidak berkenan disebut namanya, bahwa permasalahan Galian C yang diduga milik Rian yang ada di Kedungpen ini bukan masalah ada ijinnya atau tidak berijin, yang jadi persoalan adalah di Kedungpen adalah mayoritas masyarakat petani dan aktivitas galian C sudah jelas kerusakannya di lahan pertanian.
Sampai berita ini diturunkan awak media akan terus menelusuri siapa penanggungjawab dari pemilik Galian C Kedungpen. (ags)




