close

lima1.go

Proyek Fisik Tahun 2021 Binamarga Kabupaten Malang Tunggu Perubahan Anggaran Keuangan (PAK)

MPP MALANG | Imbas refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2021 untuk penanganan pencegahan penyebaran COVID-19, Suwiknyo selaku Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang mengaku pekerjaan fisik binamarga sebagaian masih menunggu PAK,

“Kegiatan fisik yang menjadi agenda tahun ini telah dikerjakan dan sebagaian lagi ditunda akibat refocusing anggaran,” jelasnya saat ditemui di Pendopo Agung Peringgitan Kabupaten Malang Jln KH Agus Salim(24/8/2021)

Penundaan tersebut lantaran refocusing anggaran yang ditujukan kedinas kami sebesar 70 persen untuk penanganan covid 19,

” Iya sebesar 70 persen mas, dan ini berdampak pada penundaan pekerjaan fisik didinas kami,” terang mantan Kabid Pemeliharaan DPUBM Kabupaten Malang

Wiknyo menambahkan, Pada situasi seperti saat ini pekerjaan fisik tidak bisa dikerjakan secara bersamaan seperti yang telah diajukan dan diagendakan, namun kami menjamin dalam pengerjaan pekerjaan fisik tidak ada penurunan/pengurangan volume pekerjaan

“Untuk saat ini pekerjaan masih fokus pada bentuk pemeliharaan dulu seperti pemeliharaan jalan didesa-desa yang dilakukan secara bergilir, dan untuk pekerjaan dalam bentuk peningkatan belum bisa dilakukan mas,”imbuhnya

Refocusing anggaran tersebut memaksa dinas kami untuk melakukan penundaan beberapa pekerjaan dalam bentuk peningkatan dan sebagaian pekerjaan dalam bentuk pemeliharaan,

“Pekerjaan fisik yang tertunda tersebut masih menunggu PAK, jika nanti dalam PAK terakomodir anggarannya pasti akan dikerjakan mas,”tukasnya

[DURgiar]

read more

Pimpred Pena Rakyat News : ‘Pecundang’ Katanya Marinir Habis Ngroyok Kok Lari 

MPP SIDOARJO | Pimpred Media Pena Rakyat News menyesalkan oknum yang diduga anggota TNI yang melakukan pengeroyokan tak berani bertanggungjawab. Kejadian berlangsung di Jl. Raya Durungbedug, Kec. Candi, Sidoarjo. Jumat (25/6/2021).

Dari keterangan yang dihimpun oleh awak media, kejadian bermula ketika Samosir, Pimred Pena Rakyat News melintasi jalan raya desa Durungbedug dari arah utara ke selatan, tiba-tiba bus pariwisata TN Bersatu Jaya muncul dari arah barat membelok ke jalan raya desa Durungbedug.

Karena bus mengambil haluan hingga memakan hampir seluruh jalur, Samosir menghentikan sepeda motornya karena terhalang. Karena tidak diberi akses melintas oleh bus, Samosir mendorong mundur sepeda motonya.

Suasana mulai bergejolak ketika sopir bus melontarkan kata-kata bernada tidak mengenakan sembari menghentikan bus. Terjadi percekcokan antara Samosir dan Sopir bus, yang kemudian beberapa penumpang bus yang diduga anggota TNI melibatkan diri, sebelum akhirnya melakukan pemukulan dan pengeroyokan.

Lebih lanjut dalam keterangannya, Samosir menyampaikan bahwa setelah pengeroyokan, gerombolan menaiki bus dan kembali melanjutkan perjalanan. Tak mau konyol, Samosir mengikuti bus yang diprediksi mengarah ke Sidoarjo Kota. Tepat saja, ketika hendak melintasi Polresta Sidoarjo, Pimred Pena Rakyat News ini mendahului bus dan menghentikan kendaraannya tepat di gerbang Polresta dan meminta bantuan Polisi yang sedang berjaga.

Bus beserta penumpang akhirnya digelandang ke parkiran Polresta. Sembari membuat laporan, perwira piket SPKT meminta untuk menunjukkan pelaku pengeryokan. Oleh karena banyaknya orang terlibat dan cepatnya kejadian serta dugaan oknum telah sempat meniggalkan Polres ketika korban membuat pengaduan di ruang SPKT maka sulit untuk menujuk pelaku.

“Saya melihat mereka sebagai pecundang, berani berbuat tak berani tanggungjawab dan diduga itu Oknum anggota TNI,” kata Pimpred Pena Rakyat News.

Atas kejadian ini, korban mengalami luka sobek di atas pipi bagian kiri dan luka lecet di sisi belakang telinga serta memar di sekitar kelopak mata.

Kasus ini telah dilaporkan ke Polres Sidoarjo dengan nomor laporan. Kepada awak media, kuasa hukum Pena Rakyat News, memberi keterangan pers.

“Kami dari tim kuasa hukum korban menunggu hasil perkembangannya, termasuk hasil visum, nanti akan diketahui hasilnya dalam waktu paling lama 3 kali 24 jam, karena hasil visum kan tidak bisa serta-merta langsung keluar hari ini paling cepat 1 kali 24 jam. Setelah dari hasil visum itu keluar pasti kami akan dipanggil lagi untuk pemeriksaan penyelidikan kasus ini, karena tadi bentuknya adalah pengaduan atau laporan, baru nanti kemungkinan penyidik akan memanggil seluruh orang yang ada di TKP karena tadi data-datanya penumpang termasuk KTP sudah ada di penyidik”. Ujarnya.

Terkait dengan dugaan keterlibatan anggota TNI, kuasa hukum menyampaikan bahwa bila nantinya terbukti terlibat maka akan menyampaikan surat permohonan kepada Polresta Sidoarjo untuk dilimpahkan ke Pomal atau pihak yang berwenang dalam TNI.

“Walaupun aparat TNI, semua sama, tidak ada yang kebal hukum,“ Ungkap Surya.

Menutup keterangan Persnya, Kuasa hukum juga menyampaikan bahwa akan melakukan visum pembanding untuk melihat seberapa jauh efek fisik yang terdampak pada kliennya. (red)

read more
1 … 79 80 81 82 83 … 96
Page 81 of 96