close

Malang

Dalam Rangka Peringati Hari Bhayangkara Ke-77 Polres Batu Gelar Lomba Menembak

MPP Malang | Memperingati hari Bhayangkara ke–77, Polres Batu menggelar kegiatan lomba menembak, di lapangan tembak Pusdik Arhanud Kota Batu, Sabtu (17/6).

Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsuddin didampingi Kasat Reskrim AKP Yussi Purwanto sebagai Ketua Panitia Lomba menembak menjelaskan kegiatan ini untuk memeriahkan hari Bhayangkara ke-77.

Selain itu juga untuk meningkatkan sinergisitas dengan semua pihak, mulai TNI, Forkompinda, instansi se–Malang raya, Ormas serta masyarakat umum. “Kegiatan ini untuk meningkatkan kerjasama dengan semua pihak,” kata AKP Yussi Purwanto.

Lomba menembak yang dilaksanakan secara gratis ini diikuti 135 peserta. Yaitu dari unsur TNI, Polri di wilayah Jatim, komunitas menembak yang tergabung dalam Perbakin, Forrkompinda Batu, dinas dan instansi seperti Satpol PP, Polhut Perhutani, Pengacara, wartawan Batu, Perbankan dan lainnya.

“Lomba menembak ini menggunakan senjata organik Polri yakni Pistol jenis HS,” katanya.

Kapolres Batu AKBP Oskar Syamsudin menyampaikan terimakasih pada Komandan Pusdik Arhanud yang memfasilitasi tempat untuk kegiatan lomba menembak dan para pendukung kegiatan ini.

“Kejuaraan menembak ini bukti nyata sinergisitas Polri dengan semua steakholder dalam menciptakan kondisi yang kondusif dan hubungan kekerabatan yang tinggi, semoga apa yang kita laksanakan ini bisa membawa berkah dan bermanfaat untuk kita semua,” kata Oskar.

Pj Wali Kota Batu Aries Agung Paewai mengatakan lomba menembak (shooting competition) yang diselenggarakan Polres Batu merupakan momen yang memerlukan soliditas dan kebersamaan untuk menuju satu tujuan yaitu Pemilu 2024 berlangsung damai.

“Menembak itu dengan sasaran satu titik satu tujuan yang sama. Dengan HUT Polri maka kita ciptakan kebersamaan dan silaturahmi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Polri selalu bersahabat dengan masyarakat dan selalu berada ditengah-tengah masyarakat dalam menciptakan Kamtibmas,” ujar Pj Wali Kota Batu.

Sementara itu, Kabagdik Pusdik Arhanud Kol Arh Adi Prayogo menjelaskan lomba menembak sangat menantang dan berisiko sehingga perlu mengikuti arahan yang disampaikan para instruktur. (w2)

read more

Tahun 2023 Jumlah Sekolah Yang Rusak di Kabupaten Malang mengalami Penurunan

MPP Malang | Jumlah sekolah rusak yang membutuhkan perbaikan di Kabupaten Malang, mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2022. Meski demikian, perbaikan sekolah tetap menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) Kabupaten Malang, Budiar menyebut anggaran perbaikan sekolah bakal bersumber dari dua sektor. Yakni Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Dalam realisasinya, perbaikan sekolah yang bersumber dari APBN menjadi wewenang dari Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Malang. Sedangkan yang bersumber dari APBD menjadi wewenang DPKPCK Kabupaten Malang.

“Untuk perbaikan SD (Sekolah Dasar) memang ranahnya kalau dari APBN kan Diknas (Dispendik). Tapi kalau yang APBD biasanya kita (DPKPCK),” terang Budiar.

Terkait perbaikan sekolah, Budiar mengaku telah berkoordinasi dengan Dispendik Kabupaten Malang. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi tumpang tindih data.

“Tapi kami tidak mau tumpang tindih, asalkan datanya itu tidak tumpang tindih ya tetap kita lakukan (perbaikan sekolah),” ungkap Budiar.

Menurutnya, koordinasi antara Dispendik dan DPKPCK tersebut penting untuk dilakukan. Sebab, selain menghindari tumpang tindih, langkah koordinasi tersebut juga dilakukan untuk menghindari adanya dobel anggaran. Yakni satu sekolah dapat aliran dana perbaikan sekolah dari APBN dan APBD.

“Khawatir nantikan Diknas melaksanakan, kami melaksanakan. Jadi yang penting datanya tidak tumpang tindih,” imbuhnya.

Berapa jumlah sekolah yang akan diperbaiki di tahun 2023? Budiar mengaku tidak mengetahui secara rinci. Meski demikian pihaknya menyebut jika angkanya mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2022 lalu.

“Iya berkurang, saya kurang ingat jumlahnya. Tapi tidak sebanyak tahun kemarin. Sepertinya tahun kemarin yang banyak, tahun ini tidak banyak,” jelasnya.

Budiar menambahkan, anggaran perbaikan sekolah di Kabupaten Malang sejatinya banyak bersumber dari APBN. Sedangkan yang bersumber dari APBD, sudah diajukan dan mulai direalisasikan pada tahun 2023.

Sehingga, kalaupun ada sekolah yang rusak dan baru terdata pada tahun 2023, nantinya akan diajukan dalam Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) untuk direalisasikan pada 2024 mendatang.

“Kalaupun ada nanti juga akan masuk di PAK, karena kan sebenarnya banyak di Diknas. Diknas kan memang ada anggaran dari pusat untuk perbaikan sekolah,” ujar Budiar.

Pihaknya menyebut, perbaikan sekolah yang dianggarkan dari APBN tersebut, masuk sebagai prioritas. Sebab, biasanya perbaikan sekolah yang masuk APBN adalah sekolah dengan tingkat kerusakan yang cukup parah.

“Ya pasti itu cukup parah, biasanya kelas ya, khawatir (kondisi) siswa. Nanti (kalau tidak segera diperbaiki) takut kejatuhan (material bangunan sekolah) dan sebagainya, seperti itu,” tukasnya.(w2)

read more
1 … 20 21 22 23 24 … 30
Page 22 of 30