close

Sidoarjo

REHAP PUSKESMAS PEMBANTU DESA PILANG TAK SESUAI HARAPAN MASYARAKAT

Sidoarjo – putrapena.com Rehabilitasi gedung puskesmas pembantu Desa Pilang , Kecamatan Wonoayu tahun anggaran 2022, terkesan di paksakan. Pasalnya di gedung yang bersebelahan dengan Balai RW setempat tak terlihat aktifitas medis.

Di lapangan, rehab yang lebih tepatnya di sebut rumah dinas ini, seakan di kerjakan kurang maksimal. Tampak sebagian genting lama masih terpasang sebagai atap bangunan. Dibagian dalam pun, lebih miris lagi. Karena tidak adanya pergantian kusen pintu dan daun jendela, serta tidak adanya pengecatan dinding.

Sarana medis , seperti beberapa tempat tidur pasien berserakan di halaman balai RW, tak ayal, barang medis yang kondisinya masih bagus itu, setiap harinya harus terkena panas dan hujan. Padahal barang tersebut di beli dengan harga mahal dari uang rakyat.

Kalau tempat tidur atau barang lain milik puskesmas itu sudah tidak di pakai, lebih baik di masukkan lagi atau di rosokkan aja. Biar daerah sekitar terlihat bersih , ujar salah satu perangkat Desa.

Jidin, Sekdes Pilang membenarkan adanya proyek rehab gedung di Puskesmas. Dikatakannya sebelum dan sesudah pelaksanaan proyek tidak ada pemberitahuan ke pihak Pemdes .
”Jadi kita tidak tahu menahu dengan pelaksanaan proyek itu”,ujar Jidin,yang di amini kasun Rame. Pungkas ( P dhee ton )

read more

Tampa Sosialisasi Warga Bakung Temanggungan Tolak Sewa Tanah TKD

SIDOARJO  Putrapena.com – Warga Bakung Temanggungan gelar aksi demo memprotes lahan tanah kas desa ( TKD ) di Dusun Bakung RT 07 RW 02 yang disewakan ke pihak ketiga dijadikan Whorkshop, Minggu (15/1). Aksi unjak rasa yang dilakukan oleh puluhan massa setempat ini bergerombol dengan membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan di lahan TKD.

Warga Dusun Bakung itu terpaksa menolak rencana pembangunan Whorkshop di lahan TKD seluas 6000 meter, karena pemerintah desa setempat atau kepala desa tidak pernah sosialisasi kepada warga. Selain itu, lahan tersebut selama ini masih produktif sebagai lahan pertanian.

Dilokasi pembangunan Whorkshop, warga membentangkan spanduk bertuliskan ” Kepala desa harus bertanggungjawab atas perkara ini. Warga menolak rencana pembangunan diatas lahan TKD Dusun Bakung. Lahan TKD masih produktif diduga disewakan tanpa ada sosialisasi ke warga”.

Koordinator Lapangan (Korlap) yang memimpin aksi, Paino mengatakan, bahwa warga Bakung menolak adanya proyek ini, warga ingin lahan dikembalikan sebagai lahan hijau.

”Warga ingin lahan ini tetap menjadi lahan pertanian saja. Untuk itu kepala desa harus bertanggung jawab dan menjelaskan tentang hal ini,” harap Paino.

Menurutnya, belum ada sosialisasi atas pembangunan ini, namun tiba- tiba sudah ada pengerjaan pengurugan. Paino dan warga mengetahui hal itu tiga bulan lalu. Informasi yang didengar mau di buat Workshop.

”Jadi salah kalau lahan ini dibilang tidak produktif, tanaman jagung atau tebu masih bisa subur. Untuk itu lahan harus dikembalikan seperti sedia kala, pokoknya untuk pertanian,”tegas Paino.

Ungkapan penolakan juga disampaikan oleh Timan mantan ketua RT di Dusun Bakung. Ia juga keberatan lahan TKD yang masih sebagai lahan pertanian di sewakan oleh kepala desa tanpa ada pemberitahuan ke warga.

Camat Balongbendo, Farkan dikonfirmasi aksi demo itu membenarkan. “Enggih,” tandas mantan ajudan era Bupati Sidoarjo, Win Hendrarso ini. Saat ditanya apakah sudah ada solusi untuk penyelesaiannya, Farkan belum menjawabnya.

read more
1 … 7 8 9 10 11 … 13
Page 9 of 13