close

Terkait Laporan Pelecehan Seksual Warga Gambiran, Kades ‘Merayu’ Korban, Gak Bahaya Tah…

MPP JOMBANG | Harga diri seorang perempuan adalah harta tertinggi yang dimiliki perempuan baik-baik, apalagi seorang perempuan sudah bersuami dan memiliki anak, namun sial bagi OS (27 tahun) warga asal desa Gambiran kecamatan Mojoagung Jombang, sudah dilecehkan oleh seseorang yang satu desa dengannya kemudian laporan Polisi, Kades setempat bukannya membela hak harga diri OS agar hubungan dengan suaminya tidak berantakan, kok malah “merayu” OS untuk mencabut laporan dan berdamai.

Fakta ini dilansir dari www.penarakyatnews.id dengan judul “Suami Kerja Di Luar Jawa, Istri Di Cabuli Tetangga” https://penarakyatnews.id/2023/12/05/suami-kerja-di-luar-jawa-istri-di-cabuli-tetangga/

Dalam keterangannya OS seorang ibu muda asal Mojoangung telah melaporkan di Polsek Mojoagung dan diteruskan ke Polres Jombang dengan terbitnya LP/B/297/XI/2023/SPKT/POLRES JOMBANG/POLDA JAWATIMUR, pada hari Minggu, tanggal 19 November 2023, sekitar pukul 22.30 Wib.

Dalam keterangannya kepada awak media OS tidak terima dengan kejadian yang menimpa dirinya, menurut OS selain ini masalah harga diri seorang istri dan ibu rumah tangga dirinya juga takut akan kehancuran rumah tangganya dengan suami tercintanya gara-gara dilecehkan dan dugaan pemerkosaan yang diduga dilakukan oleh AA alias Mad Peci, pasalnya saat itu Kejadiannya  pada Jumat malam (sudah masuk Sabtu, 18/11/2023 sekitar pukul 1.30 WIB) dia mad peci masuk melalui pintu depan masuk ke kamar yang waktu itu saya sedang tidur bersama tiga anak saya. Tiba-tiba sudah ada di atas tempat tidur saya sambil melakukan perbuatannya tidak senonoh dengan meraba-raba payudara dan alat vital. Saya berontak mengambil hp namun pelaku langsung kabur. Ungkap OS dengan berurai air mata.

Masih dalam keterangan OS, dirinya sangat kaget dan merasa heran terhadap Kepala Desa Gambiran, pasalnya bukannya membela dan memulihkan harga diri OS di masyarakat, dirinya (Kades red) bersama salah satu Perangkat desa Gambiran terkesan merayu dan memohon agar OS mencabut laporannya dan berdamai dengan Mad Peci.

“Pagi nya setelah tak laporkan itu saya di datangi pak kades dan perangkat lainnya ke rumah saya untuk damai dan saya diminta untuk mediasi. Tentu saja saya dan keluarga tidak mau. Dimana harga diri saya dan beban mental saya, anak-anak dan keluarga saya yang kami hadapi,” terang OS.

Sementara dengan adanya peristiwa ini memicu warga Gambiran yang tidak bersedia disebut namanya untuk berkomentar setelah melihat ulah Kades dan Perangkat desa yang terkesan tidak pedulikan harga diri seorang warganya yang dinodai.

“Wes gak papa dilaporkan aja, dilanjutkan ini kan kasus pidana/hukum pidana yang tidak boleh ditutup-tutupi. Wong nyatanya memang dilecehkan tidak dibuat-buat, biar jadi pelajaran itu orang” kata GP dengan nada gregatan” Gerang warga berkomentar.

Menanggapi problem pemberitaan ini Oktara Dwi Sandi selaku Pimpinan Redaksi Media harian online dan Koran Pena Rakyat News saat diminta taggapannya atas pemberitaan di medianya angkat bicara, “Beritanya sebenarnya bisa trending topic” dan kami pastikan kami akan mengawal perkara ini dan mencari tahu apa motif yang melatarbelakangi seorang Kades Gambiran Jombang melakukan itu, apakah ada factor Mad Peci ini saudaranya, ataukah memiliki alas an lain. Tutup Okta. (red)

Tags : JombangPelecehan Seksual

Leave a Response