close

lima1.go

Kapolda Jatim: Ada 39 Artis dan Model Jadi ‘Dagangan’ Prostitusi Online

PUTRAPENA, Surabaya – Akhirnya, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, membeber sejumlah nama artis dan model yang diduga terlibat dalam jaringan prostitusi online.

Jumlahnya mencapai 39 orang. Mereka melengkapi enam artis dan model lain yang sebelumnya sudah dipanggil penyidik Polda Jatim.

Dari ke-39 artis dan model majalah pria dewasa itu inisialnya antara lain, NBJ, UY, PP, WA, RP, N, EFD, AF, G, N, O, V, NJ, T, AKS, B, WH dan seterusnya. Oleh Polda Jatim, mereka akan dipanggil secara bergiliran guna melengkapi berkas perkara sejumlah tersangka.

Saat ini sudah ada lima tersangka dalam kasus ini. Empat diantara adalah mucikari berinisial ES, T, W dan F. Kemudian satu lagi adalah Vanessa Angel. “Cukup banyak saksi yang akan kami panggil dan mereka akan kami panggil secara berurutan,” kata Luki di Mapolda Jatim, saat jumpa pers, Senin (21/1/2019).

Jenderal bintang dua ini mengaku sudah memerintahkan pada penyidik untuk setiap minggu memanggil para saksi. Pihaknya ingin agar perkara ini bisa dituntaskan dengan segera.

“Terima kasih kami dapat banyak dukungan dari para ulama dalam menangani kasus ini. Kami akan berantas sampai ke akar-akarnya, terutama pada jaringan prostitusi online ini,” ujar Luki.

Vanessa Nggak Walap, Polisi Siap Jemput Paksa

Vanessa Angel mangkir dari panggilan penyidik Polda Jatim untuk melakukan wajib lapor (walap) atas kasus dugaan prostitusi online yang menjeratnya. Sejauh ini, penyidik tidak mengetahui alasan ketidakhadiran artis tersebut.

Kapolda Luki menegaskan, pihaknya pada Jum’at (25/1/2019) mendatang akan memanggil Vanessa Angel untuk datang ke Polda Jatim dalam kapasitasnya sebagai tersangka.

Sebelumnya, artis FTV itu menyandang status saksi korban. “Vanessa yang sedianya hari ini hadir untuk wajib lapor, jadi tidak hadir. Hari Jum’at rencananya kami panggil sebagai tersangka,” kata Luki.

Jika nanti pada Jum’at (25/1/2019) tidak hadir, Polda Jatim akan melayangkan panggilan kedua. Jika kembali tidak datang, akan dilakukan upaya pemanggilan atau penjemputan paksa. “Kami akan proses terus masalah terkait VA (Vanessa Angel) ini. Dalam kasus ini sudah ada empat tersangka (mucikari selain VA). Yakni ES, TN dan F,” tandas Luki.

Polda Jatim akhirnya resmi menetapkan Vanessa Angel tersangka dalam kasus dugaan prostitusi online pada Rabu (16/1/2019). Dari hasil gelar perkara yang dilakukan korps bhayangkara tersebut, penyidik menemukan bukti bahwa, artis tersebut sering mengirim gambar dan video asusila ke mucikari.

Dalam perkara ini, Vanessa Angel dijerat Pasal 27 ayat 1 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pasal itu berbunyi, Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan yang melanggar kesusilaan. Ancaman hukuman enam tahun penjara. (yos)

read more

Perbedaan Politik Dapat Memicu Renggangnya Hubungan

PUTRAPENA, Jakarta – Pesta demokrasi Indonesia semakin dekat. Tapi bukannya dirayakan dengan sukacita, perbedaan politik justru menimbulkan kerenggangan, bahkan pada pasangan , keluarga, hingga kolega.

Sialnya, dua polarisasi tersebut sangat kental terasa bukan hanya di media sosial tapi juga di kehidupan sehari-hari.

Jujur saja, pasti ada oknum keluarga yang gontok-gontokkan karena beda pandangan politik kan? Melihat fenomena tersebut, Pakar Ilmu Sosial, Budaya, dan Komunikasi dari Universitas Indonesia, Dr. Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum., CPR mengatakan bahwa konflik, termasuk karena beda pandangan politik, merupakan hal yang sangat wajar.

Saat konflik terjadi, orang akan cenderung sulit mengendalikan diri, emosi, dan merasa dirinya adalah pihak yang benar.

“Kalau orang yang sedang konflik, tidak ada orang yang merasa dirinya salah. Makanya perlu penengah dan yang paling penting adalah mengambil inisiatif,” kata Devie kepada media, saat hadir dalam acara Mari Bicara, Indonesia di Museum Nasional, Jakarta Pusat, baru-baru ini, seperti dikutip suara.com

Penengah di sini, kata Devie, sesederhana lewat sajian makanan dan minuman.

“Sudah ada riset yang dilakukan dari tahun 1999 sampai 2006, dikatakan cara paling sederhana memulai percakapan adalah dengan makanan dan minuman. Begitu ada makanan dan minumam, cair,” kata Davie.

Maka dari itu, Devie menghimbau masyarakat yang tengah berkonflik dengan keluarganya sendiri–tidak hanya karena beda pandangan politik, untuk mau mengalah dengan bersikap lebih santai, salah satunya berinisiatif menawarkan makanan atau minuman.

Misal, lanjutnya, saat konflik tengah membara dan perang kata sedang terjadi, coba berhenti dan paksa lawan bicara untuk melakukan gencatan senjata selama setidaknya 20 menit.

“Selama pause 20 menit, isi dengan makanan. Itu ternyata efektif bahkan bisa menjembatani konflik yang sangat rumit,” tambahnya.

Devie juga mengatakan bahwa makanan atau minuman merupakan bahasa persahabatan yang universal. Jadi tak ada salahnya untuk menggunakan teknik tersebut dengan orang berlatar belakang sosial, budaya dan agama apapun. (ria)

read more
1 … 91 92 93 94 95 96
Page 93 of 96