close

lima1.go

Jasa Marga Berlakukan Pengalihan Arus Simpang Karanglo Malang

PUTRAPENA, Surabaya – PT Jasa Marga Pandaan Malang akan memberlakukan pengalihan arus di Simpang Karanglo, Kabupaten Malang, Jawa Timur, karena adanya pengerjaan akhir “underpass” atau jalan bawah dari rangkaian pembangunan tol Pandaan-Malang.

“Pemberlakuan akan kami lakukan mulai Selasa (22/1) pukul 00.00, hal ini adalah bagian dari pelaksanaan proyek strategis nasional tol Pandaan-Malang,” kata Humas Jasa Marga Tol Surabaya-Gempol, Agus Tri Antyo, dalam pesan singkatnya di Surabaya, Senin, seperti dikutip antarajatim.com

Ia mengatakan, pengalihan dilakukan yakni untuk arah Surabaya ke Malang akan melalui frontage (jalan samping) sisi timur, sedangkan arah Batu ke Kota Malang akan melalui jalan nasional Malang ke Surabaya dengan sistem contraflow (buka tutup/bergantian)

Dia berharap, dengan adanya pengalihan ini pengendara untuk selalu berhati-hati dan mematuhi rambu yang ada dengan batas kecepatan maksimal 20 km/jam.

“Kami minta juga pengendara untuk tidak berhenti, karena dilarang dan dilarang mendahului. Dan untuk menghindari kemacetan, kami imbau khususnya kendaraan kecil menggunakan jalur alternatif,” katanya.

Sebelumnya, pembangunan tol Pandaan-Malang terbagi menjadi lima seksi, yakni seksi 1 Pandaan-Purwodadi sepanjang 15,47 kilometer, lalu seksi 2 Purwodadi-Lawang 8,05 kilometer, dan seksi 3 dari Lawang menuju Singosari 7,10 kilometer.

Seksi 1 sampai 3 diperkirakan resmi beroperasi mulai akhir Januari 2019, sedangkan seksi 4 dengan pintu tol Pakis atau arah menuju Bandara Abdurahman Saleh Malang akan dioperasionalkan Februari 2019, dan seksi 5 dengan pintu tol Sawojajar akan dibuka pada Juni 2019. (red)

read more

Viral, Pemuda Bawa Jenazah Ibunya Pakai Sepeda Onthel untuk Dimakamkan

Kerabat dan tetangga tak mau bantu karena pemuda itu termasuk keluarga dari kasta rendah di India.

PUTRAPENA, India – Pemuda di sebuah desa di India, Saroj (17), menjadi viral setelah berjalan kaki menuntun sepedanya sejauh lima km ke pemakaman terdekat di Distrik Jharsuguda.

Dilansir Daily Mirror, ibu Saroj yang bernama Janaki Sinhania tewas tenggelam ketika berusaha mengambil air. Saroj kemudian mencoba meminta bantuan kepada kerabat maupun tetangganya di desa Karpabahal untuk melakukan ritual kremasi kepada ibunya.

Namun reaksi yang diterima sungguh mengecewakan. Jangankan membantu, kerabat dan warga desa dilaporkan tak mau menyentuh jenazah Janaki.

My Nation memberitakan tidak ada warga yang bersedia membantu karena Saroj dan ibunya berasal dari kasta rendah. Ayah Saroj dilaporkan meninggal 10 tahun silam.

Karena tak punya pilihan lain, Saroj segera menaikkan jenazah ibunya ke sepeda, dan menuntunnya sejauh lima kilometer untuk melakukan ritual pemakaman sendiri.

Perjalanannya membawa sang ibu ke tempat peristirahatan terakhir menarik perhatian seorang pengguna jalan yang menanyakan apa di belakang sepedanya.

“Ini adalah ibuku,” ucap Saroj dengan lirih.

Pejabat Jharsuguda Bibhuti Bhusan Patnaik mengaku dia tidak mengetahui insiden tersebut.

Patnaik berjanji bakal memberikan respon yang adil setelah penyelidikan atas peristiwa menimpa Saroj selesai dilaksanakan.

Sistem kasta di India telah berlangsung selama 3.000 tahun, dan masih berlangsung di sejumlah desa terpencil meski konstitusi melarang diskriminasi sejak 1950.

Kejadian memilukan ini pun sempat terjadi di tanah air. Pada medio 2018, di jejaring media sosial tersebar video pengendara sepeda motor yang membawa jenazah kerabatnya. Para netijen pun hiruk pikuk memperbincangkan di media sosial.

Dilansir dari Kompas.com dalam artikel ‘Cerita di Balik Jenazah yang Dibawa Pakai Motor, Dia Meninggal di Tengah Perjalanan’, peristiwa itu terjadi di ruas Jalan Desa Pandan Lagan Kecamatan Geragai, Tanjung Jabung Timur, Jambi, pada Senin (23/7/2018) sekitar pukul 11.00 wib.

Kasat Lantas Polres Tanjung Jabung Timur AKP Tesmirizal menuturkan, korban bernama H Kade.

Sejak beberapa hari terakhir, dia berada di rumah keluarganya di Desa Pematang Rahim dalam kondisi sakit sesak napas

Pihak keluarga yang mengetahui hal tersebut lalu membawanya pulang ke rumahnya di Kampung Laut, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, dengan sepeda motor. Ada dua orang yang mengantarkannya.

“Saat itu almarhum yang sedang sakit dibawa oleh keluarganya menggunakan sepeda motor dari Desa Pematang Rahim, Kecamatan Mendagara Ulu, menuju rumahnya di Kampung Laut, Kecamatan Kuala Jambi,” ujar Tesmirizal

“Namun, di tengah perjalanan, almarhum yang sedang sakit itu ternyata meninggal dunia,” imbuh Tesmirizal.

Di tengah jalan, empat anggota Satlantas Polres Tanjung Jabung Timur, yakni Brigadir Candra, Brigadir Ari Safrizal, Bripka Andi, dan Bripka Memet, sedang melaksanakan patroli sektoral.

Dalam melaksanakan patroli rutin itu, mereka menemukan pengendara motor berbonceng tiga melaju dengan kecepatan tinggi mendahului mobil petugas.

Tak lama kemudian pengendara motor itu diberhentikan. Ketika ditanya, pengendara motor tersebut mengaku sedang membawa pria yang telah meninggal dunia itu ke rumah

Anggota polisi yang sedang bertugas, lanjut Tesmirizal, langsung mengantarkan jenazah ke rumah duka yang jaraknya 20 kilometer menggunakan mobil patroli. (red)

read more
1 … 92 93 94 95 96
Page 94 of 96